Dengan angka penetrasi internet di Indonesia mencapai 8,9% dari total populasi penduduk (+20juta jiwa), media digital akan menjadi sarana yang sangat ampuh bagi perusahaan. Dengan profil pengguna internet di Indonesia, yang berusia produktif, kritis dan berdaya beli tinggi, media digital khususnya digital public relations sudah tidak lagi dapat dilirik sebelah mata, bahkan sudah menjadi keharusan bagi perusahaan yang tidak ingin tertinggal di era informasi seperti sekarang.
Semua solusi yang ditawarkan digital public relations mempunyai tujuan akhir mengintegrasi, mengamplifikasi dan mengaugmentasikan media tradisional yang sudah ada. Ketika kita berbicara mengenai Corporate Communications, maka kita akan berbicara mengenai Corporate Image, media digital sanggup menambah pengalaman tersebut secara lebih luas, lebih cepat, lebih banyak, lebih mudah dan lebih interaktif. Digital PR sanggup menyuguhkan pengalaman-pengalaman yang baru yang sebelumnya tidak dapat disajikan oleh media tradisional.
Salah satu solusi digital public relations adalah memaksimalkan keberadaan viral communication dan social networking seperti YouTube, Friendster, Facebook dan juga Blog. Kata kunci di dalam memaksimalkan digital PR adalah inovasi. Pemanfaatan digital PR di Indonesia dewasa ini jauh dari maksimal, bahkan alakadarnya. Penggunaan media digital masih membawa paradigma dan semangat media tradisional. Tak heran jika banyak yang beranggapan bahwa digital PR menjadi intrusif. Padahal tidak harus seperti itu.
Salah satu contoh yang nyata adalah pemanfaatan teknologi internet dan selular yang pada ujungnya jauh lebih intrusif bahkan kontra-produktif dari media tradisional, seperti misalnya spamming yang sekarang ini justru semakin marak terjadi. Inilah yang membuat nama digital semakin buruk di mata para pengguna dan pemasang iklan. Tantangan terbesar adalah bagaimana membuat para pengguna merasa bahwa inilah informasi yang mereka butuhkan. Hal inilah yang diharapkan dapat disuguhkan oleh Interactive Digital Public Relations. Sistim yang dilakukan oleh professional PR dewasa ini sebagai sistem “Rambo” yaitu melontarkan ratusan peluru dengan harapan dua atau tiga orang akan terkena. Sedangkan yang seharusnya bisa dimaksimalkan oleh media digital adalah sistim “sniper” atau mengenai satu sasaran dengan satu peluru saja atau yang dikenal sebagai “one shot one kill”.
Dengan adanya sebuah perusahaan konsultan PR baru di Indonesia bernama “InDi-PR” (Interactive Digital Public Realtions) sebuah era baru dalam dunia public relations di Indonesia telah hadir dengan menawarkan solusi digital bagi kebutuhan PR dan komunikasi perusahaan di Indonesia. Dengan inovasi yang ditawarkan digital PR, peluang perusahaan untuk meningkatkan Corporate Image serta efek yang dihasilkan menjadi tidak terbatas.
Dengan Digital PR pesan yang tepat dapat terkirim ke orang yang tepat secarah mudah dan murah. Yang selama ini dilakukan oleh PR tradisionil adalah mengadakan press conference atau event dan mengundang media yang dapat menelan biaya sampai 200juta. Hasilnya juga tidak maksimal. Sebagai ilustrasi dari 100 media yang diundang mungkin hadir sekitar 50 media, dari 50 media mungkin hanya 20 media yang meliput itupun hanya masuk ke kolom “Seremonia” yang jarang dibaca orang. Sedangkan digital PR dapat menyentuh langsung ke target audience atau publik yang anda tuju dengan cara mentarget opinion leaders dan trendsetters dengan memaksimalkan potensi emails, blogs, e-newsletters dan social networking untuk meraih communication objectives anda.
Bersamaan dengan itu digital PR dapat menjalin hubungan dengan key stakeholders anda dan memonitor issue yang berkembang di internet. Dengan digital PR, potensi krisi dapat dihindari dan ditangani secara tepat dan cepat dengan memonitor issue menyangkut bisnis anda, industri dan kompetitor. Message yang anda kirimkan dapat tersampaikan tanpa filter sehingga sebuah dialog dengan key stakeholders anda dapat tercapai dan pengertian dapat tercipta.
Posted in
Tags: