
Beberapa waktu yang lalu, Interactive Digitial Public Relations melakukan survey dengan topik “Efektifitas Komunitas Online bagi Perusahaan.” Dan respons yang kami dapatkan luar biasa. Survey ini dilakukan melalui electronic questionnaire yang dikirim melalui email.
Survey ini diikutsertai oleh 100 praktisi PR dari bisnis perbankan, otomotif dan FMCG di Indonesia. Menurut hemat kami ketiga sektor inilah yang lebih banyak membangun komunitas online. Kami juga memilih responden yang mempunyai program komunitas online lebih dari satu tahun untuk mengukur kesuksesan program tersebut.
Berdasarkan hasil analisa survey tersebut, kami menemukan bahwa praktisi PR menyadari sepenuhnya fungsi komunitas online bagi perusahaan dan sasaran yang ingin dicapai oleh komunitas online. Namun hanya 23% responden yang merasa komunitas online mereka telah berjalan secara efektif. Kami menemukan sekitar 66% tidak yakin apakah komunitas mereka sudah efektif, sedangkan 11% dengan jelas mengatakan komunitas mereka tidak berjalan efektif.
Faktor utama ketidak yakinan responden terhadap efektifitas komunitas online dapat kami simpulkan sebagai kurangnya pemahaman tolak ukur keefektifitasan tersebut. Mereka kurang memahami tolak ukur keefektifitasan baik dari segi ukuran bisnis maupun analisa web. Survey ini juga menunjukkan kurangnya pemahaman faktor-faktor kunci dalam mengefektifitaskan sebuah komunitas online
Sementara itu, kami menemukan bahwa responden tidak mengalami kesulitan dalam mencari dana dan anggota bagi komunitas online mereka. Bahkan mereka tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan dukungan departemen dan manajemen atas. Yang menjadi rintangan utama adalah kurangnya pemahaman dalam menjalankan komunitas online yang efektif, kurangnya SDM yang berkualitas dan kurangnya kemampuan mendorong anggota untuk berinteraksi dan berkontribusi.
Berikut hasil survey tersebut:
Apa saja fungsi komunitas online perusahaan anda? (jawaban boleh lebih dari satu)
· Riset pasar 18%
· Customer support 14%
· Pengembangan produk baru 4%
· Brainstorming 2%
· Uji coba produk 23%
· Meningkatkan loyalitas konsumen/klien 74%
· Thought leadership dan pembangunan brand 56%
· Menciptakan word of mouth 87%
· Komunikasi karyawan 19%
· Manajemen reputasi 56%
· Tidak yakin 3%
Apakah fokus komunitas online anda?
· Internal 6%
· Eksternal 94%
Apa saja sasaran (objectives) dari komunitas online yang ingin Anda capai? (jawaban boleh lebih dari satu)
· Mengurangi biaya riset pasar 34%
· Mengurangi biaya akuisisi konsumen 45%
· Mengurangi biaya costumer support 56%
· Membawa ide dari luar dengan lebih cepat 10%
· Meningkatkan loyalitas konsumen 98%
· Meningkatkan rasio sukses produk baru 43%
· Meningkatkan kesadaran akan produk 76%
· Menciptakan word of mouth lebih banyak 90%
· Meningkatkan efektifitas public relations 90%
· Tidak yakin 2%
Apa Anda merasa komunitas Anda telah efektif dalam mencapai sasaran tersebut?
- Ya 23%
- Tidak 11%
- Tidak yakin 66%
Apa saja ukuran bisnis yang Anda gunakan sebagai tolak ukur efektifitas komunitas Anda? (jawaban boleh lebih dari satu)
· Meningkatnya penjualan yang berhubungan dengan komunitas online 32%
· Meningkatnya kepuasan konsumen 35%
· Meningkatnya referrals di internet 3%
· Banyaknya masukan baru dari komunitas 13%
· Banyaknya orang mengikuti product trial 14%
· Banyaknya ide baru dari komunitas 13%
· Berkurangnya email keluhan 37%
· Meningkatnya persepsi positif terhadap brand 54%
· Meningkatnya kesadaran terhadap produk atau brand 53%
· Repeat sales 52%
· Tidak ada 42%
Apa saja ukuran analisa web yang Anda gunakan sebagai tolak ukur efektifitas komunitas Anda? (jawaban boleh lebih dari satu)
· Jumlah pengunjung 34%
· Jumlah pengunjung yang sama dengan frekuensi yang tinggi 23%
· Jumlah anggota tetap 35%
· Jumlah pengguna aktif 12%
· Frekuensi posting dan komentar 14%
· Frekuensi kunjungan 13%
· Jumlah RSS feed 2%
· Jumlah subscriber email 21
· Posisi search engine 7%
· Kunjungan tiap halaman 6%
· Lama berkunjung 4%
· Jumlah pengkutipan oleh situs lain 2%
· Tidak ada 60%
Faktor-faktor apakah yang memberikan kontribusi terhadap kefektifitasan komunitas Anda?
(jawaban boleh lebih dari satu)
· Fasilitasi topik diskusi 10%
· Kualitas community manager/ management team 9%
· Penawaran pelayanan dan produk eksklusif bagi anggota 12%
· Kemampuan menstimulir konten dari anggota 1%
Kemampuan anggota komunitas untuk berinteraksi dengan orang-orang yang berfikiran sama 3%
· Kemampuan anggota komunitas untuk mengembangkan reputasinya di dalam komunitas 2%
· Kemampuan anggota untuk membantu satu sama lain 3%
· Tidak yakin 88%
Apakah rintangan utama dalam mengefektifkan komunitas Anda?
· Menarik orang untuk bergabung 11%
· Mendorong para anggota untuk saling berinteraksi, posting atau bertanya 67%
· Mendorong orang untuk kembali 32%
· Kurangnya dana 5%
· Kurangnya pengetahuan untuk menjalankan komunitas yang efektif 87%
· Menemukan waktu yang cukup untuk mengelola komunitas 17%
· Kurangnya SDM yang dapat menjadi community manager/fasilitator 78%
· Kurangnya dukungan dari departemen Anda 4%
· Tidak yakin 3%
Posted in
Tags:
I must say this is a great article i enjoyed reading it keep the good work
Thank you Jason,
Sorry it’s not in English. Love meeting fellow digital pr practitioners. However, we would like to know how effective are online communities for companies in other parts of the world.
Care to share?
wah, baru kenal dgn blog InidiPR.. riset2 kayak gini yg menarik utk dicermati. Memang ternyata dugaan saya nggak terlalu meleset. Banyak brand benar2 ingin masuk ke komunitas online, tapi mereka sendiri masih bingung cara2 spt apa yg harus dilakukan.
Lebih bingungnya lagi, mereka lalu mempercayakan ke advertising agency mereka yg sblmnya menangani kegiatan ATL dan BTL. Secara tiba2 agency itu lalu membentuk divisi baru yg menangani ‘new media’ tanpa mereka sendiri pun paham bgmn harus bersikap. Wong yg terjun di divisi ‘new media’ ini mostly bukan orang yg paham online kok. Mereka mungkin senior di dunia kreatif, tapi asli newbie di dunia online (blog aja mungkin mereka gak punya).
Jadilah, baik klien n agency yg bingung. Konsep serupa selalu dibuat utk setiap campaign. Buat microsite, sebar viral via email, buat web yg membangun komunitas brand, padahal sitenya sendiri cuma berumur 3-6 bulan. Mana bisa membangun komunitas hanya dlm 6 bulan? Kata viral yg sebetulnya word of mouth lalu terpeleset menjadi mail blast yg menjadi spam bagi penerima, dll.
Betul…betul…
Aku pernah lihat ada komunitas online yang dibuat sebuah produk makanan. Isinya posting kegiatan-kegiatan BTL mereka. Walaupun mereka klaim anggotanya 2.500 sekian tapi bikin miris aja saya ngelihatnya.
Sayang sekali…partisipasi pengguna sebagai member hampir-hampir tidak ada. Boleh dibilang mereka gak ada active member. Masih satu arah banget, dan banyak marketing spinnya.
Ada usulan riset-riset berikutnya?
Saya baru buka situs ini. Menarik sekali. Semoga saya bisa berpartisipasi
mas admin numpang link webnya saya ya…. sekalian mohon masukan dari mas admin dan rekan2 semua bagaimana strategi market yang baik dan juga masukan untuk web kami linknya sbb : http://www.airmediapersada.com
makasih atas attentionnya sebelumnya
komunitas online memang sangat efektif, namun kendalanya masyarakat Indonesia masih banyak yang buta Teknologi. Jika mereka ingin main internet pun, kebanyakan jarang yang ingin bergabung dengan komunitas tertentu kecuali benar-benar mempunyai kontribusi yang relevan. Misalnya saja, mereka lebih memilih “bales-balesan comment di FS” atau “Facebook” daripada ngobrol-ngobrol di Miling List atau forum perusahaan. Terbukti, banyak Forum yang mempunyai komunitas tertentu tapi justru malah terabaikan begitu saja.
Kecuali, perusahaan itu adalah perusahaan yang mempunyai hubungan dengan ‘online’ dan ‘chatting’ maka bisa saja terjadi komunitas online yang efektif.
Contoh saja perusahaan Game “Lyto”
dalam membentuk Brand Image, mereka lebih menitik beratkan kepada Komunitas Online, seperti Forum.
Saya punya satu pemikiran, bahwa suatu komunitas di internet itu berkumpul dalam satu wadah tertentu, misalnya saja seperti “Kaskus Forum”, sepertinya akan menarik jika kita bekerja sama dengan kaskus forum untuk membuat forum kita sendiri. Tentunya akan lebih mudah bagi perusahaan dalam membentuk Brand Image.
Atau juga Facebook dan Friendster. Banyak perusahaan perusahaan kecil yang membuat FS&FB untuk pembentukan BrandImage, saya rasa ini juga cara yang lumayan Efektif untuk memulai pembentukan Komunitas Online..
Jika komunitas online sudah bisa berjalan lancar, maka akan sangat memudahkan PR dalam prakteknya. Selain lebih mudah mencari informasi, juga terus bisa berinteraksi satu sama lainnya.
terimakasih.
@Pitra
yoi pit. padahal kalau spam blast kan hanya satu snder dan sering menimbulkan negative branding. smntra viral lebih mengarah natural juga bisa menimbulkan evangelist atau terkadang pembentukan image positive