Preaching the Unconverted

InDi saat ini bersyukur banget karena sekarang banyak sekali perusahaan yang sudah mulai memikirkan soal digital campaign. InDi juga bersyukur banget kita udah ketemu seorang blogger yang mau bantuin kita dan kita harapkan bisa jadi ujung tombak dan salah satu Top Gun kita.

Seiring dengan makin banyaknya InDi bersentuhan dengan corporate red tape dan endless layers of executives yang harus kita yakinkan kita menemukan satu hal yang boleh dibilang sangat diantisipasikan namun sangat krusial untuk kita tangani.

How to preach to the unconverted? Bagaimana kita berhadapan dengan orang-orang yang mungkin saja belum tahu Digital PR itu apa? Apa yang bisa dilakukan oleh digital PR? Dan menjelaskan bahwa digital is more than just spamming.

Yang terakhir adalah hal yang sangat serius. Dari waktu ke waktu, InDi sudah bisa melihat dari kerutan di dahi mereka bahwa yang terpikirkan adalah the so called “e-mail blasting”. Gak bisa disalahkan sih. Mungkin itu yang biasa mereka lakukan dan itulah yang pertama kali terlintas di benak mereka.

Ini yang selama ini InDi lakukan:

Jelaskan ke mereka kondisi internet di Indonesia seperti apa
• Internet di Indonesia sudah jauh dari saat saya kuliah, lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Internet masih susah dan mahal, koneksi lambat, belum banyak yang blog, sharing content adalah hal yang sangat jarang dilakukan. Jaman itu, laptop bahkan handphone merupakan barang mewah.
• Akhir 2009 diprediksi aka n ada 40 juta orang yang menggunakan internet.
• Bicara juga soal blog, website, profil pengguna dan sebagainya.

Jelaskan apa impact langsung dari internet
• Terutama pengaruh bagaimana kita mendapatkan informasi dan berbagi informasi.
• Konsumsi media orang juga berubah.
• Thanks to the internet, informasi didapatkan lebih cepat dan lebih luas.
• Jelaskan juga kenapa: demokratisasi, tanpa batas wilayah, interaktif, dua arah, many to many, multimedia, unlimited by space or time.

Jelaskan apa itu digital campaign
• Apa yang bisa dicapai oleh digital.
• Lakukan assessment terhadap aktifitas yang mereka lakukan. Apa yang telah dilakukan mereka selama ini, siapa yang berbicara tentang mereka, berapa banyak, seberapa popular website mereka dan sebagainya.
• Apa objectivenya

Gambarkan strategi yang akan dilakukan
• Platform apa yang dipakai dan kenapa.
• Pesan apa yang ingin disampaikan.
• Kegiatan apa yang relevan dengan pesan, target market, demografi dan psikografi.

Langkah langkah yang perlu diambil
• Jangan harap mereka akan mengerti apa itu RSS, sitemeter, page rank, youtube, social networking sites, online community, social bookmarking sites, search engines, SEO, blog, HTML, link love, blog walk dan all the techno mumbo jumbo.
•  Pakai bahasa sederhana, gunakan gambar, flowchart, analogi, beri demonstrasi kalau perlu.
• Jelaskan strategi yang terlihat oleh mereka, content misalnya dan yang tidak terlihat seperti blog walk.

ROI (Return of Investment)
• Tidak hanya ukuran web analytics tetapi juga ukuran bisnis yang dapat mereka pahami.
• Measruementsnya seperti apa?
• Key Performance Indicator (KPI)nya apa?
• Dan bentuk reportnya seperti apa?

Ini hal yang perlu diantisipasi
• Mapping the target market. Mereka biasanya pakai platform apa, what are they interested in, what are they like and what do they value? Who do they listen to?
• Internal restrictions, policies etc. Kita harus antisipasi dengan selalu bertanya “What if?”
• External policies, regulations, laws and ethics. Termasuk terms of use dan terms of service di masing2 platform. Untuk masuk ke komunitas, apa peraturan yang tertulis dan tidak tertulis.
• How to protect the brand?
• Content: who decides? Freedom? Semua harus di ACC? Comments? Replies? Apa perlu FAQ? Standard operating procedures? Can I talk on my own blog? Can I upload this video alone on YouTube?
• Ada juga yang pelit soal content. Gak mau di-share lah, takut dicolong lah, takut dicontek lah. Tapi pengen semua orang tahu soal company itu.
• Apa kita harus merepresentasikan diri sendiri sebagai perwakilan company? Apa harus dibelakang layar? Mau silent apa huge fanfare? Mau subtle atau bombastic?

Nivell Rayda
Viral Communicator
Interactive Digital Public Relations

You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Preaching the Unconverted”

  1. saya ingin mendapat penjelasan apa yang dimaksudkan dengan Public Relations.

Leave a Reply

Designed by: Free Cell Phones | Thanks to Highest CD Rates, Domain Registration and Registry Software