Author Archive

Blogger Mums as Corporate Conversation Partner

Oleh Aditya Fajar

Kehadiran blog sedikit banyak telah merubah cara masyarakat berkomunikasi dan berinteraksi. Di industri public relations sendiri, kehadiran dan pengaruh blog semakin diperhitungkan karena blog merupakan medium yang secara langsung menyuarakan pandangan masyarakat tanpa melalui filterasi sang penjaga gerbang (media) dan blog, terbukti mampu merubah cara pandang masyarakat terhadap sebuah isu dan terhadap sebuah organisasi.

Di Indonesia sendiri belum banyak perusahaan yang secara aktif menempatkan blogger sebagai partner komunikasi. Padahal, layaknya pemerintah, perusahaan membutuhkan lawan bicara yang bisa mewakili stakeholder perusahaan tersebut.

Sebagai contoh, bila sebuah perusahaan bergerak di bidang fashion anak muda, maka perusahaan membutuhkan lawan bicara dari kelompok remaja di mana mereka merupakan target market perusahaan tersebut. Dengan melakukan komunikasi aktif-persuasif dengan para remaja, perusahan tadi bisa mengetahui lebih dalam apa yang diinginkan oleh para remaja (konsumen) dan mengembangkan program-program komunikasi untuk mempertahankan mereka. Dan blog merupakan salah satu medium terbaik untuk melakukan dua tujuan tadi, mengetahui apa yang diinginkan publik dan mengetahui apa yang harus diintegrasikan dalam program komunikasi untuk mempertahankan pandangan positif terhadap perusahaan.

(more…)

Seminar dengan Sejuta Peserta

Berbicara dalam berbagai kesempatan, seperti simposium, seminar dan acara-acara lainnya, sangatlah penting dalam menyampaikan pesan-pesan perusahaan, dengan kredibilitas yang lebih tinggi dari media massa.

Buat anda yang sering menjadi pembicara dalam seminar, bayangkan ilmu dan pengalaman anda khususnya kisah sukes perusahaan anda dapat anda bagi dengan jutaan orang di seluruh dunia. Dengan bantuan digital PR, terutama dengan situs yang bernama slideshare semuanya mungkin.

Di dunia public relations, tercatat ada empat acara seminar dengan skala besar yang terjadi di Indonesia setiap tahunnya, antara lain: PR Society, IPRA, Perhumas dan Marcus Evans. Masing-masing berskala 100 sampai 200 orang. Ada juga acara-acara lainnya yang bersinggungan dengan praktik kehumasan, seperti Forum CSR yang diadakan oleh Bakrie Group atau yang diadakan oleh majalah Warta Ekonomi.

Seorang Public Relations Director dari sebuah perusahaan multi-nasional pun dalam setahun hanya sanggup berbicara dari satu seminar ke seminar lainnya maksimal 10 kali. Bilasaja setiap seminar kita ambil rata-rata 100 orang peserta, berarti kita hanya dapat berkomunikasi dengan 1000 orang setiap tahunnya.
Sekitar beberapa minggu yang lalu saya upload bahan presentasi saya ke Slideshare. Waktu itu tujuannya saya hanyalah untuk memperkaya isi blog InDiPR karena situs ini menyediakan fasilitas ‘embed’ ke dalam blog. Contohnya dapat anda lihat dalam posting sebelumnya.

Namun yang paling mengejutkan buat saya adalah, selang waktu delapan jam saja sudah 26 orang yang melihatnya. Dalam waktu dua puluh empat jam, sudah 100 orang. Dalam seminggu sudah lebih dari seribu orang yang melihatnya. Melihat dari angkanya, sepertinya sebuah efek bola salju tercipta di sini. Saya mulai menyadari betapa luar biasanya platform ini.

Kelebihan slideshare adalah, selain sangat popular dan berisi banyak sekali orang-orang akademis dan professional di bidangnya masing-masing, situs ini sangatlah terukur. Kita dapat melihat berapa orang yang melihat presentasi kita, berapa orang yang download, berapa orang yang embed ke blog masing-masing.

(more…)

Memahami Online Audience

Bagaimana audience berprilaku saat mereka online? Mungkin sekarang ini ‘G-credsudah meningkat dan ‘page rankanda sudah tinggi. Jika online audience menemukan website anda inilah yang akan mereka katakan:

“No, this is not relevant to me”

Ini adalah audience yang paling gampang ditebak. Reaksi mereka biasanya adalah tidak pergi ke website. Bisa jadi mereka telah pergi ke website anda dan melihat informasi yang ditawarkan tidak terlalu relevan buat mereka, kecil kemungkinannya mereka akan kembali. Anda bisa saja membuat informasi yang anda tawarkan berguna, selama tidak keluar dari koridor anda. Be spesific, you can’t please everybody.

 

“Yes, this is interesting for me”

Ini adalah ‘visitor’ anda. Informasi yang ditawarkan sedikit relevan untuk mereka. Mereka melihat informasi anda kurang lengkap atau anda belum dapat menciptakan ketertarikan secara emosional. Bisa saja mereka ingin sesuatu yang lain, dan informasi anda bersinggungan dengan itu. Mereka biasanya tidak tinggal begitu lama dan berkunjung ke satu halaman saja. Bisa saja mereka cuma penasaran. Mereka menemukan link dari blog pribadi anda atau orang lain. Kalaupun mereka meninggalkan komentar biasanya mengajak kenalan atau titip salam. Kunjungi blog mereka, salam balik, there’s no harm in expanding your network.  

 

 

(more…)

Mengatasi Digital Divide: Masa Depan Digital PR di Indonesia

Lihat online interview bersama Chief Viral Communicator, Interactive Digital Public Relations, Nivell Rayda*.

Dalam vidcast ini, Nivell mengutarakan pendapatnya mengenai fungsi digital pr, tantangan menghadapi digital divide di Indonesia yang sangat besar, profil dan demografi pengguna internet di Indonesia dan masa depan penetrasi internet di Indonesia. Nivell juga menjelaskan bagaimana digital pr dapat mengaugmentasi dan mensinergikan media tradisional dan word of mouth. Beliau juga mendiskusikan esensi digital pr dalam menciptakan hubungan dan komunikasi.

(more…)

Designed by: Free Cell Phones | Thanks to Highest CD Rates, Domain Registration and Registry Software