Posts Tagged ‘digital’

The Rise of Online Activism


Mulai dari gerakan mensupport autism sampai gerakan untuk menambah ruang terbuka public. Selamat datang di era online activism.

Secara teknik memulai online activism sangatlah mudah. Yang dibutuhkan adalah sebuah koneksi internet dan anda dapat segera membuat fan page atau cause page di facebook. Atau juga menggunakan twitter dengan membuat hash tag (#). Anda tidak perlu punya banyak friends di facebook ataupun twitter, anda pun tidak harus menjadi seorang blogger terkenal.

Namun apa yang menjadi benang merah dari online activism yang berhasil. Kenapa beberapa gerakan online lebih berhasil dari yang lain dalam menggaet banyak supporter. Lebih jauh lagi kenapa beberapa gerakan menimbulkan impact dan yang lain sepintas lalu saja. Untuk itu mari kita bedah online activism di Indonesia yang punya impact sangat kuat.

Prita Mulyasari
Hanya karena mengirimkan sebuah email tentang buruknya perawatan yang ia terima dari sebuah rumah sakit terkenal ke sebuah milis yang berisikan 20 anggota, ibu Prita harus mendekam di rumah tahanan selama hampir satu bulan. Tuduhan yang dilayangkan pihak rumah sakit adalah pencemaran nama baik. Berita tersebut sempat dimuat beberapa media masa, namun sampai ketika seorang blogger berinisiatif membuat cause page “bebaskan ibu prita mulyasari” orang-orang mulai menaruh perhatian kepada kasus ini.

(more…)

Yahoo! Meme masuk Indonesia dengan nama baru

Yahoo! Meme akan merambah Indonesia, sumber menyebutkan karena konotasi namanya yang sedikit (Ehm..) di bahasa Indonesia, Yahoo! akan mengubah namanya menjadi Yahoo! Mim. Karena memang bacanya “mim”

Meme adalah sebuah microblogging site yang mirip dengan Twitter. Awal mulanya application ini cuma tersedia di Portugal dan sejak beberapa bulan terakhir muncul juga di bahasa Spanyol dan Inggris.

Yahoo! telah menolak mentah2 bahwa Meme ikut2an twitter, salah satu perbedaan mencolok adalah lebih banyaknya karakter dalam satu post (2000 sementara twitter hanya 140). Banyak yang mengaku platform ini lebih baik untuk multimedia sharing dan cross-platform daripada twitter yang sangat terbatas. Meme juga menggabungkan pelbagai fasilitas seperti foto dan video dalam satu platform. Bandingkan dengan twitter yang punya apps terpisah untuk foto dan videonya. Singkat kata, its all one stop-one click publishing.

Tapi sayang sekali Mim masih sepi. Apalagi di Indonesia, kalau ada yang juga punya mim add saya yah di http://mim.yahoo.com/nivellism/

Dalam waktu bersamaan, Twitter juga mengumumkan kerjasama dengan provider AXIS dalam menyediakan Tweet via SMS (bukannya dari dulu udah bisa yah?). Tetapi kalau dulu kita dikenakan tarif SMS international ke inggris, sekarang pengguna axis cukup SMS “START” ke 89887 dan tarifnya lokal tentunya.

Nivell is a Viral Communicator for InDiPR. He tweets at http://twitter.com/nivellism

Digital PR: Grunig’s Ideal Platform in Achieving Excellence in Communications

Tahun ini InDi sangat beruntung bisa bekerja dengan orang-orang yang sangat kompeten di bidang Digital Public Relations dan juga sangat beruntung dapat berbagi keahlian kami dengan beberapa klien.

Sudah mulai banyak perusahaan yang mulai memahami pentingnya Digital Public Relations. Kalau di awal tahun menjelaskan apa itu digital, bagaimana kerjanya dan bagaimana efeknya terhadap reputasi perusahaan merupakan tugas yang tidak mudah, sekarang kami lebih bekerja keras pada strategi, taktik dan kreatifitas untuk meyakinkan mereka. Kalau awal tahun kami sering menghadapi orang2 yang mungkin saja tidak punya akun facebook dan sudah terbiasa menggunakan traditional media sekarang kami menemukan reaksi2 seperti “memang ini yang saya cari.”

Seperti halnya pedagang kaki lima ramai berdatangan ke kerumunan orang walaupun itu demo atau tempat bencana, perusahaan cenderung menggunakan platform2 yang sering digunakan masyarakat. Kalau dulu perusahaan2 punya akun facebook, sekarang setelah twitter mulai populer mereka pun berbondong bondong merambah microblogging site itu.

(more…)

Intro to Digital PR, University Presentation

Presentation for Sahid University

View more presentations from Nivell Rayda.
Nivell is a Viral Communicator for InDiPR. He tweets at http://twitter.com/nivellism

Indonesian Blogger Survey

Check out this very cool and very important survey by our friends from Indopacific Edelman. The survey provides an insight to who the bloggers are, what their demographic, what they write, how they engage, social media online presence. I think it is a wonderful insight for companies thinking about diving in the digital PR world. It definitely better shape up our strategies here at InDiPR. Cuddoosss guys, Indonesia thanked you.

Twitter Journalism

twitter journalism on Mumbai bomb attack

twitter journalism on Mumbai bomb attack

Saat ini saya lagi mengetik, sedikit lapar, dan agak pusing dari hujan tadi. Tapi tunggu dulu, itu lima detik yang lalu. Sekarang saya makan roti dan sudah tidak begitu pusing lagi. Tapi masih mengetik.

Itulah asiknya dunia twitter. Microblog yang menjawab pertanyaan: apa yang sedang kau lakukan sekarang. Sementara orang-orang menggunakan twitter untuk hal-hal yang tidak serius seperti ketemu dengan teman lama, atau bosan denger bos cuap-cuap di rapat, ada juga yang mulai memikirkan cara berkomunikasi di era web 3.0 ini untuk hal-hal yang lebih serius.

Welcome to twitter journalism.

Walau mungkin 140 karakter tidak akan mungkin menggantikan koran bahkan portal berita. Tweet journalist ataupun jurnalis yang twittering melaporkan hal-hal serius seperti live breaking news dan update-update terbaru. Hal yang aneh yang jarang ditemukan setiap hari sampai jalan mana yang macet.

Saya adalah korban baru tweet journalism. Walaupun sudah menjadi jurnalis agak lama dan twittering lebih lama lagi, baru kali ini saya menggabungkan keduanya.

Ternyata ide ini sudah ada sejak lama. ReadWriteWeb (RWW) sudah mengadvokasikan penggunaan twitter untuk news writing, walaupun banyak juga yang masih skeptis.

Menurut RWW twitter dapat:

Mendokumentasikan ide-ide tulisan yang tadinya terpisah-terpisah agar nantinya dikompilasikan dan dijadikan satu artikel yang panjang. Lumayan daripada menebang-nebang pohon untuk menghasilkan notes.

Interview atau feedback: hal ini juga dilakukan oleh Jakarta Globe, tempat alter-ego saya bekerja, dan banyak replies dari twitter yang akhirnya dimasukkan ke surat pembaca. Ada juga wartawan, di luar sana yang melempar pertanyaan ke publik dan responsnya dimasukkan menjadi artikel. Semacam online FGDs.

Jakarta Globe juga memakainya untuk quality check. Mereka dapat tahu berita apa yang hangat di bibir pembaca mereka. Seperti artikel saya di publikasi itu beberapa saat yang lalu: An Inside Peek into the World of Jakarta’s Illegal DVD trade. Quality assurance juga salah satu poin di RWW

Dan yang penting adalah promosi, baik untuk publikasinya sendiri dan bagi wartawan yang twittering ya promosi wartawan itu sendiri.

Nivell is a Viral Communicator for InDiPR. He tweets at http://twitter.com/nivellism

UK’s Online PR Benchmarking Report

E-consultancy baru saja merilis Online PR Industry Benchmarking Report, berdasarkan survey 300 marketers dan PR professional di UK dari in-house company dan konsultan

Dari hasil ditemukan bahwa Online PR/Digital PR menerima porsi yang sangat besar di annual budget komunikasi mereka. Perusahaan menghabiskan 39% PR activity budget mereka untuk online dan konsultan mengatakan 47% retainer mereka berasal dari Online PR/Digital PR.

Ini adalah tahun yang baik untuk Digital PR consultancy DI INGGRIS…heheheh…51% dari kerjaan online di-outsource ke konsultan namun masih dibagi dengan marketing agencies (29%) dan web companies (22%)

Bagaimana di Indonesia? Pengalaman InDi memperlihatkan ada empat jenis:

(more…)

Tarif Internet Akan Turun

Wow ini baru kabar bagus. Tarif internet akan diturunkan 200 persen. Walaupun statement ini agak agak aneh, gimana bisa diturunkan 200 percent? Bearti perusahaan internet dong yang bayar kita??

Anyway, setelah beberapa kasus overlimit dan overcharged sampai dua juta. Saya putus hubungan dengan yang namanya Speedy itu dan rencananya beralih ke Biznet. Sementara ini pakai IM2,lemot sekali tetapi.

Internet should be free. Agree? 

Tarif Internet Diharapkan Turun 200 Persen

Liputan6.com, Jakarta: Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), M. Nuh, mengatakan, Kamis (19/2), pihaknya mendorong penurunan tarif internet, tidak sekadar 100 persen tetapi 200 persen pada tahun ini. Namun, ia menekankan bahwa penurunan itu harus realistis karena saat ini tarif internet sangat tergantung pada penyedia layanan internet (ISP).

ISP ada yang menawarkan tarif yang sangat mahal, tetapi sebaliknya ada ISP yang menawarkan tarif sangat murah. “Paling tidak, itu dipengaruhi oleh dua hal, yaitu investasi yang terlalu mahal dan captive market yang kecil sehingga tarif ritel naik,” katanya.

Karena itu, pihaknya akan mendorong agar market bisa semakin besar. “Internet itu digunakan oleh satu orang tetap sama dengan dipakai oleh 10 orang. Ini yang harus dicari trade off-nya,” katanya.

Menteri mengatakan, pihaknya tidak akan menerbitkan regulasi terkait penurunan tarif internet, tetapi lebih ke arah regulasi yang dapat mendorong agar tarif dapat turun. Contoh sederhana adalah mempermudah proses perizinan dan uji wilayah.
(YUS/ANTARA)

Preaching the Unconverted

InDi saat ini bersyukur banget karena sekarang banyak sekali perusahaan yang sudah mulai memikirkan soal digital campaign. InDi juga bersyukur banget kita udah ketemu seorang blogger yang mau bantuin kita dan kita harapkan bisa jadi ujung tombak dan salah satu Top Gun kita.

Seiring dengan makin banyaknya InDi bersentuhan dengan corporate red tape dan endless layers of executives yang harus kita yakinkan kita menemukan satu hal yang boleh dibilang sangat diantisipasikan namun sangat krusial untuk kita tangani.

How to preach to the unconverted? Bagaimana kita berhadapan dengan orang-orang yang mungkin saja belum tahu Digital PR itu apa? Apa yang bisa dilakukan oleh digital PR? Dan menjelaskan bahwa digital is more than just spamming.

Yang terakhir adalah hal yang sangat serius. Dari waktu ke waktu, InDi sudah bisa melihat dari kerutan di dahi mereka bahwa yang terpikirkan adalah the so called “e-mail blasting”. Gak bisa disalahkan sih. Mungkin itu yang biasa mereka lakukan dan itulah yang pertama kali terlintas di benak mereka.
(more…)

Hasil Survey tentang Corporate Blogging

Sekitar dua bulan yang lalu, InDiPR melakukan riset tentang corporate blog untuk melihat sejauh mana perusahaan telah mengadaptasikan blog sebagai salah satu medium komunikasi mereka. Untuk menjawabnya InDi melempar pertanyaan dua pertanyaan pokok: apakah perusahaan-perusahaan di Indonesia mempunyai blog?; dan apakah perusahaan-perusahaan tersebut memonitor blog-blog lain?

Setelah melempar pertanyaan ini melalui mailing list public relations di Indonesia, melalui e-mail langsung, menggunakan situs survey my3q.com dan micropoll.com dan menampilkannya di blog InDi kami mendapatkan partisipasi dari 130 responden.

Responden-responden ini berasal dari bidang otomotif, consumer good, asuransi, konsultan, minyak dan gas, NGO, media, internet provider, periklanan dan penyelenggara pendidikan tinggi. Yang paling banyak adalah dari minyak dan gas (21 responden) sementara yang paling sedikit adalah penyelenggara pendidikan (1 responden). Besar perusahaan mereka juga bervariasi dari di bawah 50 sampai lebih dari 400 karyawan. Yang paling banyak adalah yang lebih dari 400 karyawan (38%).

Dari survey ini terlihat bahwa hanya 6% dari perusahaan punya corporate blog sedangkan selebihnya tidak. 100% dari perusahaan yang tidak punya corporate blog mengatakan mereka tidak melihat urgensi untuk punya corporate blog. 56% dari perusahaan tersebut mengatakan mereka tidak punya pemahaman yang cukup mengenai blog.

(more…)

Designed by: Free Cell Phones | Thanks to Highest CD Rates, Domain Registration and Registry Software